img

TRAINING LIFE CYCLE ASSESSMENT PROPER SEMAKIN DIMINATI PERUSAHAAN DAN AKADEMISI

by: superadmin / 28 Jul, 2019

[Berita DAKARA, Bogor, 2019]. Dakara Consulting – CV.MSP sebagai salah satu Vendor yang berkerja sama dengan ILCAN (Indonesia Cycle Assesment Network) kembali menggelar Training LCA (Life Cycle Assesment) PROPER. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari di Sahira Butik Hotel, Bogor Jawa Barat dari tanggal 26 – 29 Maret 2019.

Kegiatan Training ini dilakukan oleh Dakara Consulting-CV.MSP dan ILCAN sebagai salah satu bentuk mensosialisasikan LCA dan menggun akan software yang berkaitan dengan LCA, sehingga mampu mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrument Informasi.

Peserta Kegiatan Training LCA berasal dari beberapa perusahaan diantaranya PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) yang diwakili oleh Arbie Suwandana Putra,SH,MM, PT. Cheil Jedang Indonesia (CJI) yang diwakili oleh Fatih Ridho Muhammad,ST, PT Kaltim Prima Coal (KPC) diwakili oleh, Agung Febrianto, ST dan Kris Pranoto Budi Santoso,ST. Beberapa pihak akademisi juga berpartisipasi dalam Kegiatan Training tersebut diantaranya Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Muhammad Sonny Abfertiawan,ST.MT, Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Nurmujahidah Syamsuddin,S.Si, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Pakuan, Rizal Razak,SP dan Eka Puspita Sari,S.KPm, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Prasetya Kurniawan,STP.M.Sc dan Mahasiswa Pascasarjana Politeknik Negeri Sriwijaya, Yonki Alexander Volta,S.ST.

Dr. Kiman Siregar, selaku ketua ILCAN yang juga Dosen Universitas Syah Kuala Banda Aceh dalam sambutannya menyatakan “Sebagai sebuah lembaga independent yang bertujuan untuk mensosialisasikan LCA di Indonesia, ILCAN telah melaksanakan Training LCA PROPER bekerja sama dengan salah satu vendor Dakara-Consulting CV Mitra Suplindo Pertanian. Kegiatan Training merupakan bagian dari kegiatan ILCAN Training Series on Life Cycle Assesment (ITSoLCA). LCA merupakan tools yang menghasilkan kuantitas dan ILCAN akan mendukung secara penuh penerapan metode LCA untuk ketaatan Lingkungan (PROPER) di Indonesia”.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan di Indonesia. Pelaksanaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan salah satu upaya Kementrian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrument informasi. Berbagai kegiatan yang dilakukan diarahkan untuk: (i) Mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang- undangan melalui intensif dan disinsentif reputasi. (ii) Mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya dalam menerapkan produksi bersih (cleaner production).

Selama 4 (empat) hari kegiatan Training diisi dengan materi-materi yang sudah disesuaikan dengan PerDirjen PPKL No.P14/PPKL/SET/DIK.0/9/2018. Beberapa Pemateri dari ILCAN yang mengisi Training selama 4 (empat) hari tersebut diantaranya Dr. Edi Iswanto Wiloso, Dr. Kiman Siregar, Dr. Tri Hendro Utomo, Dr. Arief, A.R. M.Eng dan Dr. Muryanto, M.T. Dalam kegiatan ini dilakukan sharing & transfer of knowledge antara Trainer dan peserta Training seputar Teori dan aplikasi LCA.

Dalam kegiatan Training LCA PROPER dihari pertama, Dr. Edi Iswanto Wiloso yang juga pernah menjabat Ketua ILCAN periode sebelumnya menyampaikan mengenai latar belakang dan manfaat LCA, Konsep LCA dan Life Cycle Thinking, Driver untuk penerapan penilaian daur hidup. Selanjutnya materi ditekankan pada Metodologi, penentuan tujuan kajian, penentuan lingkup sesuai dengan SNI ISO 14040:2017 tentang Manajemen Lingkungan–Penilaian Daur Hidup–Persyaratan dan Panduan serta memperkenalkan tentang Inventori Daur Hidup .

Pada hari kedua Kegiatan Training LCA PROPER disampaikan oleh Dr. Kiman Siregar mengenai Pemilihan metode penilaian dampak daur hidup, Penentuan indikator Kategori, Menyusun matriks klasifikasi dampak, Perhitungan karkteristik, Normalisasi dan pembobotan, Interpretasi analisis hasil penilaian : penentuan hotspot, Analisis hasil kajian, Rekomendasi, Review / validasi kajian, Hasil rekomendasi, Skenario analisis perbaikan, Metode Analisis Sensitivitas, Rekomendasi Skenario terpilih.

Tri Hendro A Utomo yang juga bekerja di Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK dan terlibat dalam Indonesia Green Product, menyampaikan Materi di hari ke 3 (ketiga) mengenai Efisiensi sumber daya dan produksi Bersih yang berisikan tentang konsep efisiensi sumber daya dan produksi bersih, Best Practise Sektor Migas, pembangkit, consumer goods, semen, pupuk, kertas, tekstil, sawit dan besi baja. Selanjutnya disampaikan bagaimana menyusun laporan serta menekankan pada deklarasi produk.

Di hari terakhir, Trainer yang juga aktif di Pusat Penelitian Kimia-LIPI Kawasan Puspitek, Serpong yaitu Arief,A.R., M.Eng dan Muryanto, M,T turut menyampaikan mengenai Studi Kasus Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment), Penilaian dampak daur hidup Interpretasi dan aplikasi software serta perhitungan dampak yang berisikan Software serta Step by step penggunaan software dengan contoh soal.

Kegiatan ini secara antusias diikuti oleh para peserta Training baik dari perusahaan maupun akademisi. Di akhir acara tim dari Dakara Consulting-CV.MSP meminta tanggapan dari beberapa peserta Training. Agung Febrianto,ST dari PT. Kaltim Prima Coal (KPC) saat ditanya mengenai seberapa penting LCA Proper bagi perusahaan menyatakan bahwa “ LCA Proper sangat bagus dan penting bagi perusahaan. Hanya saja, waktu yang di tetapkan KLHK untuk melaksanakan LCA Proper kesetiap perusahaan kurang efisien. Karena tidak cukup jika hanya diberi waktu 1-2 bulan saja” Ujarnya. Agung menambahkan “LCA Proper merupakan nyawa bagi perusahaan, yaitu mulai dari perjalanan prosesnya bagaimana, pemasarannya dan cara membuang limbahnya bagaimana. Sangat berpengaruh bagi perusahaan. Setelah itu, kita tahu yang mana menjadi point-point utama yang membedakan mana yang efisien mana yang tidak terhadap lingkungan”. Saat ditanya mengenai langkah yang dilakukan setelah mengikuti Training LCA PROPER, Agung dengan semangat mengatakan “akan mentransfer ilmu yang diperoleh ke perusahaan sehingga menjadi bahan pertimbangan apakah metode baru ini akan digunakan atau tetap menggunakan metode yang lama. Karena, multidimensi nya perusahaan dimana Agung bekerja memiliki dimensi masing-masing, kecuali semua harus di ubah ke sistem LCA” Imbuhnya.

Tanggapan lain datang dari Fatih Ridho Muhammad, ST perwakilan dari Perusahaan PT. Cheil Jeddang Indonesia (Pasuruan Plant). Fatih mengatakan “LCA Proper sangat penting dilakukan. Walaupun perusahan dimana Fatih bekerja selalu melakukan analisis terkait unit fungsi namun akan terus memaksimalkan sampai ke bagian unit lingkungannya. Dengan LCA Proper penting agar dapat diketahui kontribusi produk mulai dari produksi awal hingga pencemarannya, sehingga dapat dilakukan optimalisasi” ujarnya. Fatih dengan optimis saat ditanya mengenai langkah yang akan dilakukan setelah mengikuti training LCA Proper terhadap perusahaan mengungkapkan “akan membuat kajian terkait LCA di perusahaan tempat Fatih bekerja serta menentukan step-step mana yang akan dioptimalisasi” .

Peserta lain dari Perusahaan PT. Kutai Timber Indonesia (PT.KTI) Arbie Suwandana Putra, SH, MM., turut mengungkapkan “ pentingnya LCA PROPER bagi perusahaan dan akan membawa ilmu yang diperoleh ke Perusahaan dan semoga dapat diterapkan” Imbuhnya.

Perwakilan dari akademisi yaitu Rizal Razak, SP dan Eka Puspita Sari, S.KPm yang turut diminta komentarnya mengatakan “ LCA Proper penting sekali, tidak hanya bagi perusahaan melainkan mahasiswa, konsultan. Karena diajarkan bagaimana cara menentukan metode perhitungan untuk mencapai efisiensi karena dalam LCA Proper itu diajarkan bagaimana tahapan, fungsi dari LCA, dan cara-cara perhitungannya”. Saat ditanya mengenai tanggapan pasca mengikuti Training Rizal mengungkapkan bahwa dirinya memiliki latar belakang yang ganda, yaitu mahasiswa dan pengusaha. Sebagai mahasiswa Rizal menyatakan “akan menyebarkan dan mengajarkan kepada adik-adik junior terkait tools tersebut. Namun sebagai pengusaha Rizal akan menerapkan LCA di perusahaan untuk melakukan efisiensi pendekatan terhadap lingkungan”. Demikian akhirnya diakhir pembicaraan.

Dengan semakin banyaknya respon positif meningkatkan minat berbagai kalangan baik perusahaan maupun akademisi serta dalam rangka mendukung program pemerintah dalam penerapan LCA PROPER maka dalam waktu ke depan kegiatan serupa akan kembali digelar oleh Dakara Consulting-CV.MSP bekerja sama dengan ILCAN pada tanggal 26 – 27 April 2019 di IPB Bogor dan Pada tanggal 14 – 17 Mei 2019 di Grand Savero Bogor, Jawa Barat. (admin/marketing Dakara-Consulting: 081314226989; e-mail : marketing@dakara-consulting.com).