PT. DAKARA CONSULTING LCA INDONESIA

PT. DAKARA CONSULTING LCA INDONESIA bergerak dalam bidang jasa dan konsultan lingkungan hidup. Selain itu melaksanakan berbagai training, diantaranya training Life Cycle Assessment (LCA) PROPER, energi terbarukan (renewable energy), Training of Heat Exchanger and Radiator, Training of Life Cycle Assessment (TolLCA), Training of Energy Audit, Training of Agricultural Engineering, Training of Bio energy, Training of Jurnal Editor, dan Palm Oil Mill.

Dikerjakan secara profesional.

Trainer dan Consultant yang ahli dibidangnya.

Laporan yang dihasilkan dapat dijadikan rekomendasi untuk peningkatan performa lingkungan perusahaan.

Memiliki kompeten sebagai konsultan dalam melakukan studi LCA pada suatu perusahaan.

Apa itu Life Cycle Assessment (LCA) ?

Life cycle assessment (LCA) diaplikasikan untuk mengukur dampak suatu proses produksi barang dan jasa terhadap lingkungan. Pada kerangka LCA, seluruh tahap dalam daur hidup produk akan diperhatikan. Daur hidup tersebut bisa meliputi: proses pengambilan bahan baku (raw material), pengolahan bahan hingga produksi, waste dan emisi yang dihasilkan dari proses produksi, hingga waste dan emisi yang dihasilkan setelah penggunaan produk tersebut. Batasan dari LCA diilustrasikan oleh gambar di samping.

 

Tahapan-tahapan pada kerangka studi LCA yaitu:

1. Definisi tujuan dan ruang lingkup

2. LCI (Life Cycle Inventory)

3. Penilaian dampak (Life Cycle Impact Assessment)

4. Interpretasi

 

Penerapan LCA dalam PROPER dimulai dengan dikeluarkannya PerDirjen PPKL No. P14/PPKL/SET/DIK.0/9/2018 serta revisi PerMen No. 3 tahun 2014. Penetapan ini dilakukan untuk: (i) mendorong perusahaan mentaati peraturan perundang-undangan melalui insentif dan disinsentif reputasi, dan (ii) mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih dan Rencana ke depan dalam melakukan sustainable development. Dengan kata lain, LCA bisa menjadi bentuk penyempurnaan dari AMDAL dalam pengkuantifikasian dampak terhadap lingkungan.

 

Jika dibandingkan dengan PROPER, LCA sendiri dapat melakukan penilaian secara menyeluruh dalam proses produksi pada tiap-tiap unit produksi. Dengan melakukan LCA, konsumsi energi maupun air dari tiap-tiap unit produksi dapat diidentifikasi, sehingga pemborosan dapat diketahui secara detail yang bisa berasal dari unit proses tertentu. Dampak terhadap banyak kategori kerusakan lingkungan juga jadi bisa diketahui dengan analisis LCA. Penilaian yang menyeluruh dan mendetail merupakan kelebihan dari LCA itu sendiri. Pada akhirnya metode LCA ini menghasilkan EPD (Environmental Product Declaration) sebagai Ecolabel III yang dapat meningkatkan nilai jual produk sehingga akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.